Senyum sebuah boneka

Aku menyukaimu. Aku menyukaimu. Aku menyukaimu. Mengapa susah sekali bagiku untuk mengatakannya, memberitahumu bahwa aku menyukaimu, masih menyukaimu. Aku menyembunyikan perasaanku karna aku tau, kau menyukai yang lain. Terlalu menyedihkan memang, mendengarkan segala cerita orang yang disukainya, bahwa dia menyukai seseorang. Tapi, apa yang mau dikata. Kau menyukainya.

Berulang kali, hati nuraniku ingin pergi, melepasmu, meninggalkanmu, melupakanmu. Namun apa daya...

Disetiap kucoba melakukan upaya untuk melupakanmu. Alam semesta seolah olah memberikan pertanda untuk menunggumu, untuk tetap percaya dan menaruh perasaan ini terhadapmu. Apakah masih ada harapan? Apakah masih ada secuil harapan yang tersisa untukku? Apakah aku masih bisa berharap, bahwa suatu saat kau akan melihatku. Melihatku secara utuh sebagai diriku, perempuan yang telah jatuh cinta padamu, yang menunggumu, yang selalu menjadi pendengar setiamu.
Kuingin kau melihatku, menyadari keberadaanku. Menganggapku sebagai seorang manusia. Bukan sebuah boneka yang bisa menghiburmu kapanpun kau merindukan senyuman palsu boneka ini. Bukan boneka yang setelah kau bosan, setelah kau puas, kau menaruhnya kembali dalam lemari kacamu, boneka yang hanya bisa melihatmu dari kejauhan dengan senyum palsunya.
Tapi sebagai manusia. Manusia yang memiliki hati, perasaan. Manusia yang tersenyum palsu untuk menyembunyikan luka dan tangisnya.


source:
img: pinterest

halinda saraswati

No comments:

Post a Comment