why don't you just go to hell.

Nyeremin kah? Sedikit kejam dan sarkas memang, ironis sekali aku nulis seperti ini. 
Hahahaha (tertawa garing). Lebih ironis lagi perasaanku yang campur aduk seperti ini. Bodoh. bodoh. bodoh. Haruskah aku jatuh lagi. Jatuh lagi didalam lubang yang sama oleh sebab dan jebakan yang sama?

Hei. Aku mohon. Aku cuman manusia normal. Jangan menguji kesabaranku lebih dari ini. 
"Aku sayang,dan cinta sama kamu"
Oooooohh,please.. Enough with your SHIT!!
Apa maksudmu dengan berkata hal seperti itu? Tak tahukah kamu, jika aku mempercayai dirimu sebagai temanku saja sudah sulit sekali, sesulit disaat aku harus mengerjakan Matematika Trigonometri bersamaan dengan Fisika dan Kimia. 
Yaah,memang aku masih menyukaimu. Dengan bodohnya aku masih menyukaimu, masih sayang padamu. DENGAN BODOHNYA KAU MASIH MEMILIKI PERASAAN UNTUKMU.
(capslock jebol)^^
"Kali ini kamu make aku buat apa?" - "Kamu mau make aku bikin cewekmu cemburu ta? " - "Kalo iya,kamu bilang aja,jgn pake kata kata bullshit kayak gitu,jadi aku gak perlu naruh perasaanku kekamu. aku bakal kerjasama kok"
GAK PERLU NARUH PERASAANKU KEKAMU? PERASAANKU ITU MASIH TERTINGGAL DI KAMU. <-----capslock capslock--="" jebol="">
atau "Kamu lagi nggak direken cewekmu ta? makanya godain aku?" Pertanyaan pertanyaan bodoh ini masih terus dan terus berputar dalam kepalaku dan menghantuiku saat tidur. Kau adalah mimpi burukku.
Bagaimana bisa dirimu berkata "suka" padaku disaat kau masih membelai mesra PEREMPUAN ITU!!! <---capslock capslock--="" jebol="">
Apakah kau mau mengelak bahwa kau tidak membelainya dengan mesra? Oooooh ayolah, I got nice friends around me that told me YOU'RE ONE OF A KIND JERK!! YOU STILL FREAKINGLY MADLY IN LOVE WITH THAT BITCH <---capslock capslock--="" jebol="">

"ojok percoyo aku kemaren2 disekolah liat mereka deket banget kok" atau "jangan mau dimainin ta hal duh sebel aku"

Hei. Seberapa dalam lagi kamu akan menusukkan pedang ini dalam jantungku? Sekarang, bagaimana aku bisa percaya padamu? Hei. Cukup menjadi teman saja ya? Bahkan membuatmu menjadi temanku memerlukan keberanian yang cukup menyita.

halinda saraswati

2 comments: