Marmut Merah Jambu - MMJ


NOVEL MMJ
Seperti yang sudah diketahui, lewat judulnya pun sudah tahu. Film ini diangkat dari novel karya Raditya Dika dengan judul yang sama, Marmut Merah Jambu - MMJ for short. Pertama kali pas sudah selesai lihat film ini, aku sempet heran, "kok banyak yang nggak ada dari novelnya ya?" Dan setelah browsing, I found it out on RadityaDikaOfficialWebsite

"Pertama-tama, buat yang udah baca buku Marmut Merah Jambu, filmnya hanya akan mengambil tiga bab dalam buku tersebut, yaitu bab  Orang yang Jatuh Cinta Diam-diam, bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo, dan bab Misteri Surat Cinta ketua Osis


Karena ketiga bab tersebut setting-nya di SMA, maka filmnya bercerita tentang kejadian yang dialami si tokoh bernama Dika di masa sekarang dan masa SMA. Bobotnya sekitar 30% bercerita di masa sekarang, dan 70% di masa SMA."

Ahh! So that's why.


Marmut Merah Jambu kali ini menceritakan Dika (Raditya Dika) yang berkunjung ke rumah cinta pertama dari Dika Kecil (Christoffer Nelwan), Ina (Anjani Dina). Dika datang dengan membawa 1000 burung kertas dan undangan pernikahan Ina yang akan menikah besok. Di rumah itu disambut oleh ayah Ina (Tio Pakusadewo) lalu Dika menceritakan cerita-cerita SMA-nya bagaimana Dika bisa menyukai Ina dan menyebabkan luka di perut ayah Ina saat pesta ulang tahun. 


Dika di saat muda berteman dengan Bertus (Julian Liberty),ingin sekali populer. Hingga suatu saat, Dika bertemu Ina di UKS dimasa SMA kala itu. Dika pun mendukung rencana Bertus,yaitu agar dirinya dan Dika dapat menjadi populer agar bisa mendapatkan pacar. Mereka berdua pun membuat grup detektif dengan tambahan satu personil wanita bernama Cindy (Sonya Pandawarman). Setelah berhasil menyelesaikan banyak kasus, Grup detektif tersebut menjadi populer. Hingga suatu saat ada satu kasus yang tidak dapat diselesaikan yang sebenarnya membawa kepada satu cerita cinta milik Dika. 


Salah satu kasus,pesan untuk kepala sekolah yang di dapat oleh grup detektif yang bahkan sampai Bertus-Cindy-Dika sudah lulus dari SMA belum bisa dipecahkan. Yang namun berhasil dipecahkan sendiri oleh Dika saat dia dewasa (kalau nggak salah semalam sebelum pernikahan Ina). Yang sebenarnya, pesan itu berisi:
AKU TAK MENYANGKA JATUH CINTA SEMUDAH INI KEPADA SAHABAT BARUKU.


Overall, Marmut Merah Jambu yang merupakan usaha debut penyutradaraan Raditya Dika ini bisa dibilang berhasil. Komedi komedi renyah yang disuguhkan sepanjang film, kisah cinta romantis tentang cinta pertama semasa SMA ini berhasil dikemas menarik dan banyak menarik perhatian para remaja bahkan orang dewasa. LOL.
Diiringi soundtrack soundtack lucu yang mendukung suasana dan obviously connected dengan adegan adegannya, menambah film ini menarik dan layak ditonton. 
Soundtack yang kuingat hanyalah :

  • Marmut Merah Jambu - The Nelwans
  • Bla bla bla - Sheryl Sheinafia
  • Reminds me of love - Sheryl Sheinafia
  • Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki - Sheila on 7


Satu hal yang menarik di Marmut Merah Jambu, menggunakan alur campuran dengan transisi yang menarik. Yang akhirnya memberikan cita rasa lain untuk menceritakan cinta pertama saat SMA dan berujung pada kisah cinta Dika saat dirinya sudah dewasa.
Kesan Romantis yang dibangun di Marmut Merah Jambu pun tak memberikan kesan murahan. Dengan dukungan dialog-dialog romantis yang quote-able dan memiliki satu analogi dengan seekor Marmut dalam kisah cinta pertamanya. 
"Cinta itu kayak marmut lucu warna merah jambu,yang berlari di sebuah roda,seolah berjalan jauh tapi nggak kemana-mana,nggak tau kapan berhenti."


Salah satu dialog Cindy dari adegan diatas ^^ yang totally memorable and I'd remember for the rest 2014.
"Aku kadang berpikir, mungkin aku sudah melewatkan cinta pertamaku hanya karena aku nggak berani ngomong" -Cindy-

And yeaaaahhh those words stabbed me, Man! Stabbed me!





halinda saraswati

No comments:

Post a Comment