H+>30? Proses Melupakanmu

Malam

Hai Tuan yang berada disana, yang berada dibawah langit yang sama denganku, yang menginjak tanah yang sama denganku.
Emmm... Hai, bagaimana keadaanmu? Apakah engkau baik baik saja? Apakah engkau sudah makan?
Apa, apa yang saat ini sedang kau lakukan? Apa yang sedang kau pikirkan?
Apakah hari harimu menyenangkan? Dengan siapa saja kau menghabiskan harimu, menghabiskan waktumu? 
Apakah kau sibuk? Apakah, apakah dalam kesibukanmu engkau masih memikirkanku? Apakah aku masih dan pernah mampir dalam pikiranmu?

Karena ya, dan ya aku masih memikirkanmu. Aku merindukanmu. Kau tak kunjung lepas dari pikiranku dari otakku, dari hatiku, dari hidupku.  Aku terlalu merindukanmu. 
Hei, tahukah kamu, bahwa aku masih masih saja berharap namamu muncul dalam handphoneku, menggetarkannya dengan SMS bodohmu, SMS bodoh yang sangat kuharapkan dan kunantikan kehadirannya. Kau sudah menghapusku, menghapusku selamanya dari hidupmu. Kau memutuskan hubungan pertemanan kita dalam social media, kau menghapusku dari kontak handphonemu yang pada kenyataannya, aku masih menyimpan kontakmu di handphone ku. Bodoh. Sungguh bodoh. Hal terbodoh yang tak bisa diubah oleh manusia adalah melepaskan, merelakan hal yang bukan lagi miliknya. Sungguh nista. Keegoisan ini. Perasaan ini. Keserakahan ini.

Ya, memang "They said move on, where do I go?" {Thinking of you - Katy Perry}
Aku terlalu sombong, aku kira, aku bisa mudah, dengan mudahnya melupakanmu menghapumu dalam waktu 2 minggu, seperti kala itu. Haaaaahh ha ha, namun pada akhirnya aku tak kunjung melupakanmu. Aku tak kunjung mengakhiri perasaan ini. Aku tak kunjung membuang perasaan, hal yang tak berguna ini. Aku terlalu takut melepasmu. Padahal sebelum semua hal ini terjadi, aku sudah siap, aku sudah menyiapkan semuanya. Aku sudah menyiapkan diri jika waktunya nanti tiba, dimana kau akan membuangku seperti yang telah terjadi ini. Namun, itu tak berguna. Segalanya yang telah kusipakan tak bisa mengalahkan kenyataan tak bisa membohongi perasaan yang selama ini tak ingin kuakui, perasaan yang selama ini selalu kuingkari dan kuhindari, bahwa aku menyukaimu, menyayangimu.





Selamat Malam
Pria yang pernah kusayang~

halinda saraswati

No comments:

Post a Comment