H+27 proses melupakanmu

Mungkinkah layak disebut H+27 ? Apakah memang H+27?
Ketika aku tahu bahwa kau sudah kembali bersamnya sebelum itu. Entah mengapa, aku masih memikirkanmu. Memikirkan dirimu yang sudah sangat jelas tak akan memikirkan diriku. Karna kau sudah bersamanya. Kau sudah menjadi miliknya. Kau sudah kembali dalam pelukannya. Menyisakan diriku seorang diri, sendirian dalam kehampaan dunia yang semu. 

Ingin. Sangat ingin rasanya aku melupakanmu. Ingin rasanya aku menendangmu keluar dari mimpiku, namun aku tak mampu. Aku tak kuasa.  Aku tahu, sungguh sungguh aku tahu bahwa kau sudah punya yang baru dan telah melupakanku. Sedangkan aku. Aku masih berdiri disini, belum bisa melupakanmu. Aku masih tak punya daya untuk melupakanmu. Kamu masih mampir di otakku, dalam berbagai rupa dan bentuk, dengan berbagai cara dan gaya. Aku ingin tahu cara menolakmu, melupakanmu, dan meniadakan bayangmu. 

Tak banyak yang tahu bahwa air mataku masih terjatuh untukmu, yang mereka tahu bahwa aku hanyalah pesinggahan sementaramu, yang menjadi penghiburmu.
Jika memang aku tak serius, mengapa aku masih ingin memperjuangkanmu sampai saat ini? Jika memang aku hanya main main, mengapa air mataku masih menetes ketika mendengar namamu?

Aku merindukanmu
Aku menyayangimu
hingga saat ini
saat kau sudah dalam peluknya

halinda saraswati

No comments:

Post a Comment