Apa artiku bagimu

Aku menyukaimu. Aku sadar bahwa tak peduli seberapa keras usaha yang kulakukan untuk membuatmu melihatku- semua itu tidak ada gunanya. Aku tidak pernah ada. Bagimu, aku bukan apa - apa. Kau bahkan tidak pernah menyadari kehadiranku, perasaanku. Sebenarnya, apa artiku bagimu? Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karena kamu memang tak pernah sekalipun memikirkanku. Kalau kauingin tau bagaimana perasaanku, seluruh kosakata di alam semesta ini takkan pernah mampu mendeskripsikannya. Perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan definisi dan arti. Perasaan bukanlah hal yang mudah tersentuh hanya dengan perkatan dan bualan. Aku lelah. Itulah perasaanku. Sudahkah kaupaham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku? Aku tak pernah ada dalam matamu, aku selalu tak punya tempat dalam hatimu. Aku bukan siapa - siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tau, di manakah kauletakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Aku sadar, bahwa kau tak mau tau soal rasa perasaanku.


Hei, pernahkah kau menahan tangismu agar tetap terlihat baik-baik saja? Berdosakah jika aku seringkali menjatuhkan air mataku untukmu?
Taukah kamu bagaimana rasanya ketika kau harus tetap tersenyum dan mendongakkan kepala, ketika hatimu mati dan menjerit didalam?
Begitu sering kamu menyakitiku, tapi kumaafkan lagi berkali-kali.  Apa yang bisa kulakukan? Aku hanya gadis bodoh yang tak bisa apa – apa, yang  hanya bisa terdiam dan membisu. Seberapa tidak pentingkah diriku? Apakah aku sebegitu tidak berharganya di matamu? Apakah aku hanyalah boneka yang selalu ikut aturanmu? Di mana letak hatimu?! Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dari kejauhan.


Aku tau, bahwa selama ini, kau mencoba mengusirku pergi dari hatimu, tidak, bahkan mungkin dari hidupmu.
Bukan keinginanku menykaimu, bukan keinginanku jatuh cinta padamu. Aku juga tak tau. Jika saja aku tak pernah menyukaimu, tak pernah menhiraukanmu, mungkin saat ini aku tak akan merasakan perasaan ini-perasaan hancur berkeping - keing. Perasaan dimana kau seperti sudah tidak dibutuhkan. Seperti sebuah boneka tua nan usang yang akan dibuang tuannya.

Hei, aku tak minta banyak darimu, aku bahkan tak layak untuk memintamu memberikan hatimu padaku. Kau tak akan sudi melakukannya kan? Aku hanya minta, beritaulah aku, apa artiku bagimu.
Semoga kautau, aku berjuang, setiap hari untuk melupakanmu. Aku memaksa diriku agar membencimu, tiap hari aku mencoba mengikis perasaanku padamu. Aku juga mengerti, kamu pasti tak sadar, bahwa aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.
Menjauhlah dariku. Kumohon.


Aku menyukaimu, Berulang kali aku mencoba menggantikanmu
Namun nyatanya, yang selalu muncul hanyalah dirimu
Bebaskanlah aku




halinda saraswati

No comments:

Post a Comment